Admin of hijaubintaro July 2, 2018

Keberadaan taman dinilai sebagai penyejuk dan pemberi kenyamanan bagi seluruh penghuni rumah tinggal. Bahkan, para tamu yang berkunjung pun akan merasa nyaman dengan keberadaan taman.
Memiliki landscape taman minimalis, tentunya dapat melengkapi seluruh bagian dari sebuah citra hunian yang nyaman dan elegan. Selain menjadi penawar akan panasnya udara, keindahan taman dapat menjadikan rumah terasa lebih sejuk dan nyaman ketika beristirahat dan melepas penat setelah seharian lelah bekerja.

Menurut Ade Hasan Bisri, sesuai konsep Klaster Kebayoran Villas, setiap rumah tidak berpagar layaknya villa. Wanita yang hobi bercocok tanam ini pun menyesuaikan terlebih dulu jenis tanaman seperti apa yang hendak ditanam. Bagaimana iklim di lingkungan taman, curah hujan, dan sinar matahari yang cukup, dengan menggunakan landscaper atau jasa profesional tukang taman.

Seorang tenaga ahli bagi Ade berfungsi membantu dan mengetahui karakter tanaman sehingga dapat tumbuh maksimal. Perawatan ia lakukan sendiri bersama tukang kebun yang bekerja sesuai instruksi dirinya.

“Jadi, landscaper saya gunakan sekali saja. Untuk menyesuaikan apakah tanaman yang saya inginkan dapat tumbuh atau tidak. Tanaman kan bergantung kondisi tanah dan sinar matahari tempat tumbuh. Sedangkan untuk merawat tanaman, saya dibantu tukang kebun,” kata Ketua Lingkungan Kebayoran Villas.

Biaya perawatan per bulan sekitar Rp 4 juta untuk jenis tanaman berbunga, termasuk pupuk, perawatan, dan jasa tukang kebun. Ia menjelaskan, memilih jenis tanaman berbunga dan produktif karena keindahan yang bisa dinikmati secara kasat mata, seperti Bunga Kerak Nasi, Nona Makan Sirih, Cempaka, dan Irian.

“Selain tanaman berbunga, ada juga beberapa tanaman langka seperti Kecapi, Bisbul, Kepel, Jamblang, Buni, Buni Ratu, dan Kesemek,” ujarnya.

Rasa kepedulian pada lingkungan, menurut Ade, sudah dirasakan sejak kecil. Ia sering melihat taman yang berbunga, dengan lingkungan bersih dan sejuk. Lingkungan jadi nyaman dan tenang sehingga hidup bisa lebih rileks serta bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain.

“Sama dengan konsep keluarga, yakni menciptakan suasana yang nyaman. Tidak harus pergi ke mal, namun taman juga bisa menjadi tempat berkumpul keluarga,” tambahnya.

Sebagai penggerak kepedulian lingkungan di dalam klaster, dia mengajak ibu-ibu untuk bersama-sama menanam tanaman buah dalam pot (tabulampot), tanaman obat, dan sayuran di lahan bernama Agro Villas Farm. Lahan dan taman menjadi kunci utama ketika warga membutuhkan tanaman obat.

Teks & Foto: BAS

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com