Admin of hijaubintaro August 20, 2018

Walikota Tangerang Selatan (Tangsel) Airin Rachmi Diany, menutup pelaksanaan Kemah Dongeng ke-21 di Situ Gintung, Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangsel, Minggu (19/8).
Dalam sambutannya, Airin mengungkapkan, bisa mendongeng itu biasa, tapi kebiasa mendongeng itu luar biasa. “Saya ingat waktu kecil, saya didongengkan oleh pengasuh dan kakak sepupu saya, saya mendengarkan itu sampai menangis, kalau ingat itu bagaimana proses edukasi diajarkan dengan mendongeng dapat lebih efektif dan efisien,”ceritanya.
Dengan teknologi yang luar biasa, sesuatu yang mudah dan bagaimana bersaing dengan teknologi yang ada. Tentu ini Pekerjaan Rumah (PR) untuk semua. “Bagaimana kita harus bersaing dengan teknologi yang ada, bahkan di kamar mandi kita menggunakannya, tentu ini PR dan tantangan kita, dengan mendongeng ada seninya, berbeda dengan kita membaca buku ataupun mengakses teknologi tersebut. Dan saya yakin dongeng tidak akan hilang dan ditinggalkan jaman, karena pelukan, sentuhan dan kasih sayang tidak akan hilang dan tergantikan oleh apapun. Dengan mendongeng kita dapat mendidik anak kita hidup dengan sistem yang lebih baik.” ungkapnya.
Airin pun mengingatkan tugas saat ini yang harus dilakukan. “Tugas kita memastikan anak kita untuk hidup dan berkembang, untuk Indonesia lebih baik, memastikan hak tumbuh kembang anak lebih baik, karena mendongeng menjadi solusi untuk mendidik anam lebih baik lagi,” singkatnya.
Sementara Ketua Panitia Kemah Dongeng, Awam Prakoso, mengatakan, kegiatan ini merupakan kemah dongeng yang dilaksanakan Jumat (17/8) hingga Minggu (19/8) bertempat di Situ Gintung, diikuti ketua kampung dongeng dari berbagai daerah di Indonesia. Baik dari Tangsel, Bali, Sumatera Utara, Aceh dan daerah lainnya.”Kemah dongeng dilaksanakan tiga sampai empat kali dalam setahun, tujuannya untuk perkaderan para relawan kampung dongeng,” ungkapnya.
Kegiatan ini berpusat di Tangsel, dengan latihan ini mereka bisa mengambil inspirasi kampung dongeng di Tangsel, dikarenakan di Tangsel nantinya akan ada pojok dongeng di setiap Rukun Warga (RW).
“Kita bayangkan banyaknya kegiatan anak-anak, namun belum kearah mendongeng, untuk itu kita melatih teman-teman ini agar mereka bisa membuka pojok dongeng di masing-masing wilayahnya, “ungkapnya.

Teks: BAS/Humas Kominfo, foto: dok

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com