Admin of hijaubintaro March 14, 2019

Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan menyelamatkan seorang anak laki-laki berusia 10 tahun, namanya Zka. Dirinya dipasung kedua orang tuanya di dalam kamar usang di rumahnya di Kampung Setu, RT 16/14, Kelurahan Setu, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Keadaannya sangat memprihatinkan.

Di dalam rumah yang terlihat tidak layak huni itu, ada sebuah kamar yang terlihat usang. Bahkan, tidak layak untuk ditinggali. Kamar tsb ditinggali Zka. Saat diselamatkan para petugas dari Dinas Sosial Kota Tangsel, kondisinya dalam keadaan kurus kering dan tanpa mengenakan sehelaipun pakaian Posisinya terlungkup di atas kasur usang, kedua pergelangan kakinya dipasung.

Bau busuk semerbak ke seisi kamar lantaran sehari-hari bocah malang tsb buang air besar dan air kecil di sekitarnya.

“Tiga tahun dia dipasung orang tuanya, saat kami dapat laporan dari masyarakat, kami langsung ke lokasi untuk bebaskan anaknya,” tutur Wahyunoto Lukman, Kadis Sosial Kota Tangsel, Rabu (13/3).

Saat petugas Dinsos datang, pasung yang terbuat dari rantai besi tersebut langsung dilepaskan dari kedua pergelangan kaki Zka. Meski terlihat meronta, Zka terlihat tidak kuasa untuk membangkitkan tubuhnya.
Zka kemudian langsung dibawa ke rumah singgah milik Pemkot Tangsel kemudian dibaringkan ke kasur yang lebih layak dan bersih, diberi makan dan diajak ngobrol.

Saat itulah diketahui, Zka mengalami gangguan mental diduga akibat pasungan. “Dia ada kekurangan mental dan kondisi disabilitas fisiknya juga bawaan lahir,” ungkap Wahyu.

Kedua orang tua Zka, hingga saat ini belum dipolisikan. DinSos setempat masih melakukan penyampaian pemahaman, bila yang dilakukannya itu salah. Terlebih, ibunya masih dirawat di RSUD lantaran penyakit yang diderita.

“Keluarga ini juga tergolong tidak mampu dan ketidakpahaman juga. Untuk itu, keluarganya sudah kita masukan dalam basis data terpadu kemiskinan dan diusulkan mnjadi KPM bpnt-pkh atau Jamsosratu. Mana yang terlebih dahulu terealisasi,” jelas Wahyu. Menurutnya ini karena ketidakmampuan ekonomi keluarga dan kemudian motifnya agar tidak menggangu orang lain.

“Kita layani di rumah singgah dan diberi perhatian serta bimbingan khusus untuk mengembalikan kepercayaan dirinya kemudian kita latih untuk mandiri,” kata Wahyu.

Menurutnya, selama ini tidak terdeteksi dan tidak termonitor karena memang disembunyikan. Sekarang kondisi orang tua Zka sakit parah, sehingga persoalan ini belum dapat ditindak secara hukum.
“Meski begitu, pemasungan sama sekali tidak dibenarkan, makanya kita ambil dan kita layani. Kita akan berikan pemahaman kepada orang tuanya,” ujar Wahyu.

Teks: BAS/Humas Kominfo, Foto: dok

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com