Admin of hijaubintaro January 28, 2019

TK Jemari yang berlokasi di Lengkong Gudang Timur, Serpong, Tangsel menggelar Talkshow .

Temanya “Pengaruh Keluarga Terhadap Kecerdasan Emosi Anak” . Diadakan pada hari Sabtu, (26/1).

Kegiatan ini dihadiri Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Tangsel Taryono dan psikolog Abu Bakar Baradja yang memberikan perhatiannya pada perkembangan psikologi anak. Selain itu dihadiri artis dan pemerhati pendidikan, Shahnaz Haque.

“Tujuan diselenggarakan talkshow ini adalah ingin berbagi ilmu, wawasan dan sharing mengenai perkembangan dan pengalaman sehari-hari dalam mendidik anak,” ujar Indri Marini Akbar, Kepala Sekolah TK Jemari.
Talkshow dihadiri 100 peserta yang terdiri dari para orangtua murid TK Jemari dan peserta umum.

Tema dibuat karena TK Jemari peduli terhadap perkembangan emosi anak. “Karena terkadang kitapun sebagai orangtua terlewatkan, apa yang kita anggap biasa-biasa saja membimbing anak, ternyata berdampak pada anak. Melalui sharing ini, dapat memotivasi kita berperan inti membentuk kecerdasan emosi anak,” ungkap Indri.
Lanjutnya, dimulai dari keluarga, dapat memberikan masukkan pada orangtua, membuat jalinan komunikasi yang lebih baik dan efektif pada anak, sehingga perkembangan emosi yang berhubungan dengan pembangunan karakter anak yang dimulai sejak usia dini dapat terbentuk dengan baik.

“Talkshow dikemas sedemikian rupa dimana bapak Abu Bakar Baradja merupakan narasumber dari segi ilmunya dan Shahnaz Haque narasumber dari segi komunikasi efektif pada anak dan pengalamannya bersama anak-anaknya,” jelasnya.

Harapan talkshow ini dapat memberikan masukkan pada orangtua berperilaku pada anak, bagaimana mengembangkan emosi anak karena keluarga adalah tempat yang paling tepat untuk menapaki gerbang dunia selanjutnya.

Sementara, menurut Kepala Dindikbud Tangsel Taryono, talkshow ini membangun generasi cerdas dan berkarakter. Pola asuh orangtua dalam pembangunan kecerdasan emosional anak sangatlah penting.
“Pola asuh yang benar, bagaimana anak-anak bahagia di rumah. Beri penghargaan agar tumbuh rasa percaya diri, hindari ancaman dan intimidasi serta kekerasan karena akan menimbulkan anak memiliki jiwa anti sosial dan keras,” ujar Taryono.

Selain itu, menurut Taryono, mendisiplinkan anak bisa dengan aturan yang harus jelas namun tanpa kekerasan, karena itu akan menyebabkan anak tidak disiplin.

Teks: BAS/Humas Kominfo, Foto: Dok

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com