Admin of hijaubintaro July 1, 2018

Sedekah Oksigen (SO) adalah komunitas sosial yang memulai gerakan di bulan September 2015. Diawali dengan keprihatinan atas nasib keluarga yang menjadi korban bencana asap kebakaran hutan di Kalimantan dan Sumatera.

Membayangkan sesaknya napas yang dilingkupi asap berbulan bulan dan tidak ada sinar matahari yang bisa menembus tebalnya asap, dua orang ibu: yaitu Fanny dan Rinny kemudian berempati dengan kondisi ibu-ibu di lokasi itu. Akhirnya mereka berduamemutuskan untuk mengumpulkan donasi dari teman-temannya, lalu dibelikan oksigen kaleng untuk kemudian langsung dikirim ke beberapa lokasi bencana asap.

Penggalangan dana dimulai dengan membagikan pesan di Facebook dan Whatsapp yang bergulir menjadi viral selma 2 bulan ke depan. Dalam waktu 2 bulan, dana yang terkumpul berjumlah hampir 1 miliar rupiah.

Relawan terus berdatangan, menawarkan bantuan untuk melakukan penggalangan dana, pengaturan pengiriman, tenaga distribusi, menghubungi awak media, dan lainnya.

Pada akhir bulan Nopember 2015, Komunitas SO berhasil mengirimkan sekitar 7.000 kaleng oksigen, mendirikan 4 Rumah Singgah Oksigen di Palangkaraya dan Pekanbaru, dan juga mengadakan pengobatan gratis serta membagikan ribuan masker bagi para korban.

Pada gerakan awal SO ini kemudian beberapa orang ibu ikut bergabung dengan konsisten dan menjadi bagian inti dari gerakan SO berikutnya yang merambah di bidang-bidang sosial lain.

Sebanyak 6 orang ibu inilah yang menjadi founder dari Komunitas Sedekah Oksigen. Mereka adalah Rinny Ermiyanti (Tangerang), Asti Mega (Surabaya), Nur Jazilah (Tangerang Selatan), Leny Jakaria (Tangerang Selatan), Ninit (Palangkaraya), dan Fanny Herdina (Tangerang Selatan).

Keunikan komunitas ini adalah fakta, sebagian dari para founder bahkan belum pernah bertatap muka sebelumnya. Namun intensitas gerakan di awal, serta proses koordinasi yang kontinyu selama bencana asap, membuat proses koordinasi menjadi sangat mudah dan dilancarkan.

“Saat ini SO sudah menjadi komunitas sosial yang memposisikan diri sebagai komunitas mandiri yang secara aktif ikut berkontribusi bagi perkembangan rasa kesejahteraan dan keadilan sosial,” jelas Nur Jazilah, salah seorang founder.

Komunitas Sedekah Oksigen saat ini memiliki 6 kegiatan rutin. Yang pertama yadalah TCAB, yaitu penyaluran tas dan alat sekolah untuk yatim piatu dhuafa di pelosok Indonesia. Yang ke-2 adalah Sedekah Ilmu, yaitu sebuah gerakan berbagi ilmu yang dilakukan oleh para profesional di bidangnya. Kegiatan ke-3 adalah Sedan Jumat, yaitu: gerakan berbagi sedekah nasi untuk yatim piatu, pelajar Hafidz Quran dan orang-orang yang membutuhkan. Diadakan setiap hari Jumat. Yang ke-4 adalah Rumah Belajar Permata, diresmikan 28 Oktober. Yang ke-5 adalah: Tanggap Bencana, yaitu kegiatan langsung terjun ke daerah bencana, dan yang terakhir adalahWSO, yaitu: sebuah wadah toko online yang semua keuntungannya digunakan untuk kegiatan sosial di Sedekah Oksigen.

Komunitas Sedekah Oksigen, memiliki basecamp di Taman Permata 2 A5/05, Sektor 9, Bintaro Jaya.

Teks: BAS, foto: Doc

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com