Admin of hijaubintaro March 26, 2019

Awalnya, sekitar tahun 2001 Lusye Sofnira rutin ikut pengajian bulanan warga Bintaro di Sanggar Senam Roos di Sektor 5,Bintaro Jaya. Bersama beberapa rekan dalam pengajian, wanita yang akrab disapa Lusy ini kemudian membentuk Majelis Ilmu. Berjalan setahun, Lusy bersama teman-teman menyelenggarakan sebanyak 5 kegiatan pengajian. Seiring berjalannya waktu, rekan-rekan tim sibuk. Akhirnya, Lusy jalan sendiri. One woman project, untuk mengorganize kegiatan Taklim.

Semuanya kemudian dihandle sendiri oleh Lusy, mulai menghubungi narasumber, membuat tema acara, dan menyiapkan tuntunan surat. “Jadi waktu itu temen temen yang kasih dana, saya yang handle semuanya,“ jelas warga Mandar, Sektor 3A, Bintaro Jaya ini. Lusy juga turut menyebarkan undangan. Biasanya via grup whatsapp’. Lusy kerap pula bertugas mengundang dan menghadirkan anak-anak yatim piatu.

Pas hari H lusy bertugas menjadi MC. “Untuk event-event tertentu dengan bintang tamu ternama yang notabene tarifnya spesial, saya juga mendapat tugas mencari dana dan sponsor,“ ujarnya. Untuk event besar, biasanya dipersiapkan Lusy selama 3 bulan.

Kini, dalam sebulan Lusy rutin meng-organize 5 kegiatan pengajian/taklim di seputar Bintaro Jaya, mulai Bintaro Jaya Sektor 1 – 9. Setiap bulan, biasanya setiap 1 Majelis Taklim menggelar 1 kali event.

Selain di Bintaro Jaya, Lusy juga kerap menangani beberapa event dari Majelis Taklim atau pengajian di sekitar Bintaro Jaya. Biasanya untuk event-event seperti Maulud Nabi, maupun tahun baru Islam.

Sekarang ini, ada 2 Majelis Taklim di sekitaran Bintaro yang rutin dipegang Lusy. Salah satunya sempat dibuatkan event akbar dan menghadirkan narasumber kondang Mamah Dedeh. Jamaah yang hadir dalam kegiatan taklim hingga 1.500 orang jamaah.

Tak hanya menyelenggarakan sebuah event atau kegiatan Taklim dan pengajian, Lusy juga kerap bekerjasama dengan beberapa stasiun TV untuk mengoordinir ibu-ibu Jamaah Majelis Taklim di Bintaro Jaya saat ada shooting untuk beberapa program acara stasiun TV.

“Kadang saya mengoordinir ibu-ibu jamaah untuk ikut syuting ke stasiun TV, atau mengoordinir ibu-ibu untuk hadir mengikuti syuting di Masjid-masjid tertentu di Bintaro Jaya,“ jelas wanita kelahiran Padang, 27 Maret 1962 ini.

Satu lagi, selain Majelis Taklim, Lusy juga mengorganize kegiatan pengajian, lengkap, di salah satu kantor di daerah Pondok Ranji yang diikuti sebanyak 80 karyawan.

Ustadz Mendadak Berhalangan
Semua kegiatan ini dinikmati Lusy baik suka maupun dukanya. “Sukanya, jadi bisa sering bersilaturahmi, menambah teman atau saudara, dan dapat lebih banyak lagi belajar soal kesabaran,“ jelas Lusy. Untuk kesibukan ini, baik suami maupun anak-anaknya sangat mendukung.

Dukanya? Adalah jika Narasumber atau Ustadz pembicara mendadak berhalangan hadir saat last minutes. Padahal sudah dibooking jauh-jauh hari. “Jadi saya harus siap dan sigap cari pengganti,“ tegas Lusy pantang menyerah. Dukanya adalah menghadapi ibu-ibu ketua Majelis Taklim yang berbeda-beda karakter.

Penghasilannya sebagai EO Pengajian & Majelis Taklim, jumlah tidak menentu. “Saya tidak pernah menentukan tarif, jadi seikhlasnya saja,“ jelas Lusy. Kadang, sebagai ucapan terima kasih, Lusy diberi produk-produk seperti kerudung, baju, kosmetik, dompet, atau pulsa telpon.

Untuk mencapai sukses dalam event-event yang diselenggarakan, menurut Lusy, kuncinya hanya satu. “Kita harus on time alias tepat waktu,“ tegasnya.

Teks & Foto: BAS

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com