Admin of hijaubintaro July 1, 2018

Shibori merupakan kesenian dari Jepang, yakni pola pada kain diciptakan melalui proses pencelupan pada pewarna. Dasarnya pembuatan Shibori mirip seperti membatik. Beberapa bagian kain ‘dilindungi’ agar tidak terkena pewarna, sehingga hasil akhirnya memberikan pola sesuai dengan bagian yang diwarnai dan ‘dilindungi’.

Pada pembuatan Shibori, ‘perlindungan’ pada kain dilakukan menggunakan teknik seperti melipat, melilit, dan mengikat kain, lalu mencelupkannya pada pewarna, biasanya indigo. Bahan untuk mengikat kain akan menahan pewarna, sehingga daerah kain di bawahnya tidak berubah warna. Dengan metode seperti ini, tidak ada batasan pola yang dapat diciptakan, menjadikan setiap kain Shibori unik dari lainnya.

Vera Christiana, warga Discovery Eola dan sahabatnya, Bintang Sundari, warga Permata Bintaro, mengelola kegiatan pelatihan membuat Shibori. Mereka berdua menekuni hobinya sejak tahun 2015. “Membuat Shibori ini bisa menjadi pilihan wirausaha atau home industri,“ jelas Vera.

Bahan yang digunakan sederhana. Untuk membuat Shibori bahannya kain katun (prima/primis), linen, sutra atau juga blacu. Bahan kainnya tidak sulit didapat. Untuk pewarna, mudah didapatkan di pasar-pasar modern.

Teknik membuat Shibori yang diajarkan ada berbagai macam, diantaranya yang cukup dikenal dan sering digunakan, seperti: Kanoko Shibori, Kumo Shibori, Nui Shibori, Arashi Shibori, atau juga Itajime Shibori. Masing-masing teknik menghasilkan pola yang unik dan berbeda, aplikasi juga berbeda.

Untuk mengikuti pelatihan Shibori ini, setiap peserta dikenakan biaya Rp.375.000,-. Pesertanya minimal 30 orang. “Tidak ada syarat-syarat khusus lainnya, yang penting peserta mau mempelajari hal-hal baru,“tambah Bintang. Peserta mendapatkan starter kit, berupa: panduan shibori, kain ukuran 1.75 x 55 cm (katun prima/ 1 helai), 5 butir kelereng, 1 plastik karet gelang, 4 lembar plastic board, sarung tangan plastik, jepitan kayu. Sedangkan equipment lain yang digunakan, disediakan oleh trainer, seperti: modul berupa slideshow, 3 ember untuk mewarnai, pewarna untuk 3 kelompok, garam, 3 baki pengering/ merendam, capitan BBQ 6 buah, capitan jemuran, pipa paralon, tali, lap pel dan karpet plastik meteran, 3 buah panci untuk memasak air, 3 buah pengaduk kayu dan juga celemek untuk masing-masing peserta.

Untuk sementara, pelatihan lebih sering diadakan di luar rumah. Namun, saat ini, Vera dan Bintang tengah mempersiapkan workshop di rumah, untuk mengadakan pelatihan-pelatihan bagi warga Bintaro Jaya.

Namun, jika workshop di rumah sudah berjalan, pelatihan Shibori di luar workshop juga tetap dilayani. “Kami juga menerima pelatihan saat kegiatan arisan, komunitas ibu-ibu POMG di Sekolah-sekolah, dan lainnya.” Ujar Vera

Teks: BAS, Foto:DOK

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com