Admin of hijaubintaro July 1, 2018

Awalnya, sekitar tahun 2001 Lusye Sofnira rutin ikut pengajian bulanan warga Bintaro di Sanggar Senam Roos di Sektor 5,Bintaro Jaya. Bersama beberapa rekan dalam pengajian, wanita yang akrab disapa Lusy ini kemudian membentuk Majelis Ilmu. Berjalan setahun, Lusy bersama teman-teman menyelenggarakan sebanyak 5 kegiatan pengajian. Seiring berjalannya waktu, rekan-rekan tim sibuk. Akhirnya, Lusy jalan sendiri. One woman project, untuk mengorganize kegiatan Taklim.

Semuanya kemudian ditanganinya sendiri, mulai menghubungi narasumber, membuat tema acara, dan menyiapkan tuntunan surat. “Jadi waktu itu temen temen yang kasih dana, saya yang handle semuanya,“ jelas warga Mandar, Sektor 3A, Bintaro Jaya ini. Lusy juga turut menyebarkan undangan. Biasanya via grup whatsapp’. Lusy kerap pula bertugas mengundang dan menghadirkan anak-anak yatim piatu.

Pas hari H lusy bertugas menjadi MC. “Untuk event-event tertentu dengan bintang tamu ternama yang notabene tarifnya spesial, saya juga mendapat tugas mencari dana dan sponsor,“ ujarnya. Untuk event besar, biasanya dipersiapkan Lusy selama 3 bulan.

Kerjasama dengan Televisi
Kini, dalam sebulan Lusy rutin meng-organize 5 kegiatan pengajian/taklim di seputar Bintaro Jaya, mulai Bintaro Jaya Sektor 1 – 9. Setiap bulan, biasanya setiap 1 Majelis Taklim menggelar 1 kali event.

Selain di Bintaro Jaya, Lusy juga kerap menangani beberapa event dari Majelis Taklim atau pengajian di sekitar Bintaro Jaya. Biasanya untuk acara Maulud Nabi, maupun tahun baru Islam. Salah satu event akbar yang menghadirkan narasumber kondang Mamah Dedeh dihadiri hingga 1.500 orang jamaah.

Tak hanya menyelenggarakan sebuah event atau kegiatan Taklim dan pengajian, Lusy juga kerap bekerjasama dengan beberapa stasiun TV untuk mengoordinir ibu-ibu Jamaah Majelis Taklim di Bintaro Jaya saat ada shooting untuk beberapa program acara stasiun TV, seperti: Indonesia Harmoni (Indosiar),Titian Iman (O Channel), Damai Indonesiaku (TV One).

“Kadang saya mengoordinir ibu-ibu jamaah untuk ikut syuting ke stasiun TV, atau mengoordinir ibu-ibu untuk hadir mengikuti syuting di Masjid-masjid tertentu di Bintaro Jaya,“ jelas wanita kelahiran Padang, 27 Maret 1962.

Penghasilannya sebagai EO Pengajian & Majelis Taklim, jumlah tidak menentu. “Saya tidak pernah menentukan tarif, jadi seikhlasnya saja,“ jelas Lusy. Kadang, sebagai ucapan terima kasih, Lusy diberi produk-produk seperti kerudung, baju, kosmetik, dompet, atau pulsa telpon.

Untuk mencapai sukses dalam event-event yang diselenggarakan, menurut Lusy, kuncinya hanya satu. “Kita harus on time alias tepat waktu,“ tegasnya.

WP2FB Auto Publish Powered By : XYZScripts.com