Admin of hijaubintaro March 21, 2019

Hijaubintaro.id – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) optimis dapat menarik perhatian warga untuk menaiki moda transportasi umum. Terlebih, Mass Rapid Transit (MRT) sudah beroperasi.

Wakil Walikota Benyamin Davnie menyatakan tengah melakukan kajian studi untuk memantapkan integrasi transportasi. Untuk sarana penunjang penghubung, akan dioperasionalkan lima trans anggrek dan 20 bus bantuan dari pemerintah pusat. ”Kita sudah ada MRT. Konsep integrasi transportasi umum bisa berjalan. Makanya, bus yang dimiliki pemkot akan menjadi feeder halte untuk menuju stasiun MRT,” katanya dalam konferensi pers Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kota di Hotel Mercure Alam Sutera, Kecamatan Serpong Utara, Rabu (20/3).

Benyamin menambahkan apalagi adanya informasi, tiket MRT juga akan dibebankan Pemkot Tangsel dalam mekanisme subsidi. ”Kita akan bahas, porsinya seperti apa. Sambil dilihat kekuatan keuangan daerah. Tapi, prinsipnya kami mendukung adanya integrasi transportasi umum,” jelasnya.

Disinggung mengenai dampak moda angkutan perkotaan (angkot) jika integrasi transportasi diberlakukan ? Benyamin menyatakan perlaha-lahan trayek angkot sudah tidak diperpanjang. ”Jadi, seiring berjalannya waktu, penumpang akan beralih moda transportasi integrasi dan angkot akan hilang seiring ijin trayeknya habis,” jelasnya lagi.

Benyamin menambahkan penduduk Tangsel sebanyak 50 persen bekerja di Jakarta. Untuk sementara, warga Tangsel yang ingin berangkat menggunakan MRT bisa naik Transjakarta Royal Bus dari Bumi Serpong Damai (BSD) dan Bintaro, lalu disambung ke Stasiun MRT Lebak Bulus.

Teks: BAS/humas Kominfo, foto: dok

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com