Admin of hijaubintaro October 3, 2018

Dalam memperingati Hari Batik Nasional, Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menggelar Festival Batik Tangsel, bertempat di lantai 4, Puspemkot Tangsel, Selasa (2/10).

Acara ini dihadiri Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany, Wakil Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangerang Selatan Judianto, dan fesyen desainer Harry Darsono.

Acara dibuka tarian Gebyar Batik dan dilanjutkan sambutan Kepala Dinas Pariwisata dan Wali Kota Tangerang Selatan.

Airin menekankan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Tangsel untuk mengenakan batik Tangsel sebagai bentuk pemasaran batik yang identik dengan warna tosca dan kuning itu. “Saya berharap seluruh OPD dan jajarannya mengenakan batik khas Tangsel, ” ujarnya

Tamu undangan yang hadir banyak berasal dari produsen batik, pengusaha properti, perbankan, dan pecinta batik. Usai memberikan sambutannya, Airin yang mengenakan batik Tangsel dan Benyamin membatik didampingi Harry Darsono. Acara dilanjutkan Musical Talk Show bersama Harry Darsono.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Tangsel, Judianto, menjelaskan, Festival Batik ini sebagai rangkaian awal Festival Batik yang akan dilakukan jelang HUT Tangsel ke 10 , bulan November mendatang.

“Kita mengundang Harry Darsono, agar para pelaku pengrajin batik dan pengusaha lainnya, bisa mengambil pelajaran apa yang disampaikan fesyen desainer Harry Darsono,” ujar Judianto.

Batik merupakan kebanggaan dan identitas diri, dari kegiatan ini diharapkan batik Tangsel bisa diterima didalam maupun luar negeri, dengan hasil karyanya, memperoleh keuntungan untuk mereka.

Desainer Harry Darsono, mengatakan, dirinya sudah membuat konsep desain batik untuk Tangsel. “Neo Tangsel, ada kebaruan,sesuatu yang baru dan akan kita minta haki, yang dipajang kebanyakan Pekalongan, sehingga kita harus membuat yang baru, sudah saya siapkan 10 lembar, 1 lembarnya ada belasan motif,” jelas Harry.

Warna untuk batiknya empat musim, “Saya tidak melihat motif tangsel, batik yang ada di Tangsel ini semua dari daerah lain, itu terlalu naif, sehingga perlu diperbarui dan dikembangkan,” ujarnya.

Tangsel cocoknya batik ke arah perbaruan, tidak hanya persisir dan perdalaman, disini banyak suku dan bangsa. Sehingga warna yang cocok yakni semua warna dari empat musim. “Tangsel ini dinamis, harus kaya, jangan hanya satu warna saja, karena di Tangsel banyak orang asing, dan lainnya, sehingga batik ini harus berbeda, sehingga punya daya tarik sendiri,” ujarnya lagi.

Tesk: BAS/Humas Kominfo, foto: dok

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com