Admin of hijaubintaro March 20, 2020

Hijaubintaro.id – AULIYA Home Learning yang diterapkan Sekolah Islam Terpadu (SIT) AULIYA merupakan model pembelajaran alternatif, menyikapi penularan pandemi Covid-19 saat ini. Terhitung sejak 16 hingga 29 Maret, Sekolah telah mengalihkan pembelajaran melalui online dari rumah. Upaya ini dilakukan sebagai langkah pencegahan penyebaran coronavirus di lingkungan sekolah.

Untuk mengimplementasikan sistem pembelajaran online secara terstruktur, bapak ibu guru telah merancang program yang dapat diakses secara online, seperti melalui video youtube, teleconference, online classroom, bahkan bermain bersama melalui dunia maya yang dilengkapi tutorial guna membantu orangtua mengarahkan siswa di rumah.

Walau pembelajaran dialihkan ke rumah, siswa tetap dapat berinteraksi dengan guru dan teman-teman sekelasnya melalui video conference. Selain dapat menambah pengalaman baru, mereka juga bisa belajar didampingi orangtua. Khusus siswa SMP dan SMA, pembelajaran dilakukan melalui Google Classroom. Sementara itu kegiatan Tahfizhul dan Tahsinul Qur’an dilakukan melalui video call secara personal oleh guru kepada siswa pada waktu yang telah dijadwalkan.

“Hal ini tentunya perlu didukung oleh orangtua dirumah guna membangun sistem pembelajaran online yang efektif,” ungkap Rahma Nurhayani, Manajer Pendidikan SIT AULIYA.
Rahma menambahkan, walau berada di rumah, siswa dan siswi SIT AULIYA harus tetap mendapatkan haknya sebagai siswa. Pembelajaran berbasis Digital E-Learning ini menjadi tantangan bagi guru untuk mengembangkan materi pengajarannya agar lebih kreatif dan menarik sehingga siswa tetap dapat belajar di rumah dengan menyenangkan tanpa menjadi beban termasuk bagi orangtua.

Berbagai cerita menarik mewarnai proses ini, mulai dari menyapa di pagi hari melalui voice recorder atau video yang direkam oleh bapak dan ibu guru, murojaah bacaan Qur’an secara bersama, mengerjakan tugas serta melakukan pertemuan di dunia maya dengan guru dan teman-teman satu kelas.

Materi yang diberikan per-hari dibatasi 2 mata pelajaran dan dimulai dari pukul 08.00 hingga 12.30. Namun guru harus tetap mengingatkan siswa untuk melakukan ibadah harian seperti sholat lima waktu, dhuha, tilawah Qur’an dan memberkan motivasi untuk menjaga kesehatan.

“Kami memahami ‘public mood’ yang terjadi saat ini, Masyarakat sedang khawatir, cemas, resah, ketakutan akibat adanya penyebaran coronavirus yang jumlahnya semakin bertambah. Oleh karena itu, materi pembelajaran di rumah tidak bisa disamakan seperti di sekolah, agar semua bisa menjalani aktivitas ini dengan nyaman. Kami menghargai setiap proses yang dilakukan siswa dan orangtua dalam masa sulit ini, yang paling penting anak-anak bisa melakukan kegiatan secara mandiri,” tutup Rahma.

Teks: BAS, foto: DOK

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com