TBC Pada Tulang Belakang

Hijaubintaro.id – Spondylitis Tuberculosis atau TBC Tulang Belakang merupakan penyakit infeksi pada tulang belakang yang disebabkan oleh kuman TBC yaitu mycobacterium tuberculosis. TBC bisa menyerang siapapun baik usia anak-anak, remaja, dewasa, maupun lansia. Namun TBC Tulang Belakang lebih banyak menyerang usia anak, remaja dan dewasa.

TBC Tulang Belakang dapat terjadi pada pasien dengan atau tanpa riwayat TBC paru sebelumnya. Bakteri tersebut dapat masuk melalui paru-paru, kemudian menyebar ke tulang belakang melalui peredaran darah sehingga menyebabkan TBC pada tulang belakang.

Gejala TBC Tulang Belakang dibagi atas gejala umum dan gejala lokal pada tulang belakang. Gejala umum berupa demam, penurunan nafsu makan, penurunan berat badan, lemah lesu dan keringat pada malam hari. Sedangkan gejala lokal tulang belakang ditandai dengan nyeri punggung pada area lokasi TBC Tulang Belakang terjadi. TBC Tulang Belakang umumnya terjadi pada area thoracolumbar, tetapi pada beberapa kasus TBC juga dapat terjadi pada area cervical (tulang leher).

Bakteri TBC pada area tulang belakang dapat membentuk pus atau nanah yang menghancurkan struktur tulang belakang sehingga menyebabkan kerusakan segmen tulang belakang. Kerusakan struktur tulang belakang tersebut dapat menyebabkan punggung bungkuk atau membuat tonjolan di punggung yang disebut Gibbus. Bila kerusakan tulang belakang semakin berat, dapat terjadi penekanan saraf tulang belakang yang akan menyebabkan penurunan fungsi saraf sehingga terjadi kelemahan bahkan kelumpuhan pada anggota gerak tubuh.

Penegakkan diagnosis menjadi hal utama dalam penanganan TBC Tulang Belakang. Jika terjadi keluhan tsb, maka dilakukan pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan laboratorium, pemeriksaan radiologi seperti rontgen atau x-ray tulang belakang dan pemeriksaan Magnetic Resonance Imaging (MRI) tulang belakang. Selain itu screening pada lingkungan sekitar pasien juga dapat dilakukan untuk mengetahui apakah ada orang-orang disekeliling pasien yang terinfeksi kuman TBC.

Pengobatan TBC Tulang Belakang dilakukan secara konservatif dan operatif. Pengobatan konservatif antara lain berupa obat-obatan seperti obat anti TBC dan obat-obatan untuk menghilangkan nyeri serta vitamin saraf. Obat yang terpenting diberikan di sini adalah Obat Anti Tuberculosis (OAT) yang biasanya harus dikonsumsi kurang lebih selama 9 hingga 12 bulan. Hingga saat ini, OAT adalah obat yang paling ampuh untuk membunuh kuman TBC. Terapi konservatif lainnya adalah terapi rehabilitasi medis. Salah satunya dengan menggunakan korset untuk menyangga tulang belakang.

Ada juga pasien yang terindikasi untuk dilakukan tindakan operasi berkaitan dengan rasa nyeri yang progresif, produksi nanah yang cukup banyak, bentuk struktur tulang belakang yang sudah tidak normal atau bungkuk, dan terdapatnya kelemahan pada anggota gerak atau kelumpuhan.

Tindakan operasi yang dilakukan berfungsi antara lain untuk membersihkan dan mengeluarkan nanah karena dapat menghambat penyembuhan dan juga menghambat eradikasi OAT yang sudah dikonsumsi. Tindakan operasi juga dapat dilakukan untuk dekompresi saraf khususnya pada kondisi adanya kelemahan anggota gerak karena penekanan saraf yag terjadi, sehingga bisa mengatasi kelemahan atau kelumpuhan. Selain itu tindakan operasi juga dilakukan dengan penggunaan implant atau pen tulang belakang dengan tujuan menghasilkan stabilitas tulang belakang yang mengalami kerusakan akibat kuman TBC.

Pada perawatan pasca operasi, pasien diharapkan tetap mengkonsumsi obat TBC secara rutin setiap hari selama 9 – 12 bulan. Selain itu rehabilitasi dan penggunaan korset juga dapat dianjurkan untuk mempertahankan postur tubuh dengan baik. Penyakit TBC Tulang Belakang umumnya dapat diobati secara tuntas apabila dapat terdiagnosis secara dini dan kuman TBC dieradikasi dengan baik dengan obat anti TBC.

Penyakit TBC identik juga dengan pasien-pasien dengan imunitas rendah, oleh karena itu kita harus selalu menjaga kesehatan, memperhatikan pola tidur, istirahat yang cukup, menjaga kebersihan diri dan lingkungan, dan yang paling penting adalah makan makanan yang bergizi serta berolahraga secara teratur. Bila terjadi keluhan gejala umum dan gejala lokal TBC pada tulang belakang, segeralah lakukan pemeriksaan karena TBC tidak bisa dianggap sepele karena TBC merupakan salah satu penyebab kelumpuhan yang paling sering terjadi pada masalah tulang belakang.

RS Premier Bintaro memiliki Premier Bintaro Spine Center yang merupakan pusat layanan untuk mengatasi seluruh problem tulang belakang secara terpadu dan komprehensif. Penanganan masalah tulang belakang dilakukan oleh tim yang terdiri dari berbagai bidang spesialistik, yaitu dokter Spesialis Orthopedi Tulang Belakang, Spesialis Neurologi, Spesialis Neurofisiologi, Spesialis Rehabilitasi Medik dan Spesialis Radiologi.

Untuk pendaftaran rawat jalan, silahkan menghubungi kami melalui RSDHealth Careline di nomor 1500908 atau melalui WhatsApp Chat di nomor +62 812 2230 9911

Teks: dr. Ajiantoro, Sp.OT (K) Spine, Spesialis Orthopedi dan Traumatologi RS Premier Bintaro

Verified by MonsterInsights