Rito Saputra Menghadirkan Harapan Baru Bagi Anak Dengan Gangguan Perkembangan Melalui Inovasi Metode DCOA

Hijaubintaro.id – Dunia penanganan gangguan perkembangan saraf atau Neurodevelopmental Disorder seperti Autisme, ADHD, dan PDD-NOS kini mendapatkan perspektif baru yang lebih komprehensif. Adalah Rito Saputra, seorang ilmuwan non-akademik dan praktisi psikologi klinis, yang mendedikasikan lebih dari dua dekade hidupnya untuk meneliti solusi agar anak-anak dapat berkembang secara optimal.

Pria kelahiran Yogyakarta tahun 1977 yang kini berdomisili di Bintaro ini mengawali langkahnya melalui penelitian mandiri selama 15 tahun. Berangkat dari keyakinan bahwa setiap individu memiliki hak yang sama atas pelayanan kesehatan yang terukur, Rito melahirkan sebuah terobosan ilmiah yang dinamakan metode Drawing Communication Observation and Analysis (DCOA).

Sinergi Sains Murni dan Terapan

Metode DCOA merupakan integrasi antara disiplin ilmu psikologi murni dengan disiplin ilmu kedokteran. Melalui pendekatan yang menggabungkan parameter klinis medis dengan hasil empiris psikologis, metode ini mengawali intervensi lewat kombinasi gerakan sederhana, seperti menarik garis horizontal, vertikal, diagonal, hingga kontemporer.

Keunggulan metode ini telah dipresentasikan di berbagai forum profesional dan rumah sakit, serta resmi memperoleh HAKI dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI Kemenkumham) pada tahun 2016. Rito menekankan bahwa solusi kesehatan akan selalu berkembang bilamana seorang ilmuwan terus memperbarui informasi dan melakukan pengembangan.

Membangun Ekosistem Habilitasi yang Holistik

Sebagai praktisi, Rito saat ini menjabat sebagai Komisaris Utama PT Hijau Kencana Medika sekaligus Koordinator Tim Medis di Klinik Utama Bintaro Kids Care. Di sana, ia menerapkan pendekatan multidisipliner yang menyentuh aspek medis, psikologis, motorik, emosional, hingga sosial.

Untuk menunjang metode DCOA, Rito juga mengembangkan berbagai terapi pendukung, antara lain:
Animal Assisted Therapy, Hydro Therapy, Music Therapy, Wallclimbing Therapy, Edukasi dan Keberlanjutan.

Bagi Rito, penyembuhan anak tidak lepas dari peran aktif keluarga. “Kami tidak hanya menangani sang anak, tetapi juga memberi pemahaman yang aplikatif kepada orang tua agar dapat membantu kesembuhan buah hati mereka,” ungkap ayah dua anak tersebut.

Komitmen jangka panjangnya juga diwujudkan melalui pendirian yayasan yang bergerak di bidang habilitasi dan pendidikan anak berkebutuhan khusus (ABK). Selain itu, melalui Bintaro Kids Care Akademi, ia membuka pelatihan bagi tenaga kesehatan maupun non-profesi untuk mendapatkan lisensi dengan gelar Certified Exercitium Cerebri (C.EC), guna melahirkan tenaga ahli baru yang kompeten dalam penanganan gangguan perkembangan saraf.

Bagi Rito Saputra, terjun langsung menangani anak-anak ini bukan sekadar profesi, melainkan panggilan hidup untuk terus menghadirkan harapan bagi keluarga yang membutuhkan.

Teks/Foto: Istimewa

Verified by MonsterInsights