Kemah Olahraga dan Literasi Inklusif Perkins 2026 Mendorong Kesetaraan dan Percaya Diri Siswa Tunanetra.

Hijaubintaro.id — Sebuah kolaborasi internasional dalam bidang pendidikan inklusif kembali hadir melalui penyelenggaraan Kemah Olahraga dan Literasi Inklusif Perkins 2026: Indonesia–Malaysia. Program ini merupakan kemitraan antara Perkins International, Vision Teachers Malaysia, Yayasan Yarfin, dan Universitas Bina Nusantara (BINUS University) dalam upaya memperkuat kesetaraan bagi penyandang disabilitas, khususnya siswa tunanetra. Kemah berlangsung selama 3 hari, yakni Senin (2/2/26) di Sekolah Khusus Islam Terpadu Yarfin, Tangerang Selatan dan Selasa (3/2/26) hingga Rabu (4/2/26) di Universitas Bina Nusantara Alam Sutera.

Ada 32 peserta dalam kegiatan ini, terdiri dari siswa penyandang disabilitas, guru dan orang tua pendamping, relawan mahasiswa BINUS University, serta tim Perkins International.

“Kegiatan ini bertujuan memberikan kesempatan kepada siswa tunanetra dari Indonesia dan Malaysia untuk mengembangkan keterampilan, kepercayaan diri, serta interaksi sosial melalui olahraga adaptif dan aktivitas literasi inklusif. Selain itu, program ini juga melibatkan orang tua dan pendamping untuk memperkuat pemahaman mereka tentang pendidikan inklusif di lingkungan keluarga dan masyarakat, “ jelas Tuti Hendrawati, Coordinator Program & Educational Consultant
Perkins Asia Pacific.

Dalam kegiatan ini peserta mengikuti berbagai program, antara lain Olahraga adaptif Goalball, olahraga beregu khusus penyandang tunanetra yang mengandalkan pendengaran dan kerja sama tim. Program selanjutnya adalah Program Literasi Inklusif melalui Lego Fun dan Scrabble Fun untuk mengembangkan kreativitas, kemampuan bahasa, serta interaksi sosial.

Program ini menghadirkan fasilitator internasional dari kawasan Asia Pasifik, termasuk konsultan olahraga inklusif, pelatih, serta guru pendidikan khusus dari berbagai negara yang berpengalaman dalam pendidikan anak dengan hambatan penglihatan.

“Melalui kegiatan ini diharapkan siswa tunanetra semakin percaya diri dan aktif berpartisipasi dalam masyarakat. Selain itu para orangtua dan masyarakat meningkat kesadarannya terhadap pendidikan inklusif. Dan yang tak kalah penting adalah hubungan persahabatan Indonesia–Malaysia semakin erat melalui kegiatan edukatif dan budaya.

Kemah Olahraga dan Literasi Inklusif Perkins 2026 menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang setara, ramah disabilitas, dan berorientasi pada potensi setiap anak.
Setiap anak berhak bermain, belajar, dan berkembang, tanpa terkecuali !

Teks/Foto:BAS/DOK

Verified by MonsterInsights