admin June 13, 2022

Hijaubintaro.id – Brawijaya Hospital Tangerang bersinergi dengan Badan Pengelola Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Naker) dalam hal penanganan karyawan yang mengalami kecelakaan kerja. Ini merupakan upaya Brawijaya Hospital Tangerang memberikan pelayanan yang lebih maksimal pada masyarakat.

Kerjasama ditandai dengan penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Brawijaya Hospital dan BPJS Naker Cabang Cikokol Tangerang, pada Rabu, 8/6/22 Juni di Resto Michel Garden, Alam Sutera, Tangsel. Penandatanganan kerjasama dilakukan oleh Direktur Brawijaya Tangerang, dr. Akmal Yadi MARS dan Kepala Cabang BPJS Naker Cikokol Tangerang, Ishak, disaksikan oleh drg. Hestiningsih MARS, Direktur Brawijaya Hospital Depok, beserta jajaran manajemen BPJS Naker dan Brawijaya Hospital.

“Melalui kerjasama ini kami sosialisasikan peningkatan pelayanan yang telah dilakukan oleh Brawijaya Hospital. Para peserta BPJS Naker yang mengalami kecelakaan kerja baik di tempat kerja ataupun di jalan, bisa langsung mendapatkan penanganan di Brawijaya Hospital. Sebelumnya ini adalah RS Permata Ibu, yang juga sudah melayani BPJS Naker, namun per Juni 2022 RS Permata Ibu berganti menjadi Brawijaya Hospital, yang menawarkan pelayanan yang lebih baik, dengan fasilitas lebih lengkap.” Jelas dr. Akmal Yadi MARS., Direktur Brawijaya Hospital Tangerang.

Brawijaya Hospital kini juga tengah menjajaki layanan jemput pasien, guna memberikan layanan yang lebih cepat. “Pasien kecelakaan kerja tentunya membutuhkan pelayanan yang cepat, untuk itu saat ini Brawijaya Hospital sedang menjajaki layanan jemput pasien, karena saat ini kami telah memiliki ambulance yang dilengkapi dengan fasilitas medis yang mumpuni. Agar pertolongan bisa dilakukan dilakukan dengan cepat tanda kendala, maka Brawijaya Hospital akan mengirimkan ambulance beserta dokter ahli, seperti dokter ortopedi, dokter bedah juga dokter spesialis,” jelas dr. Akmal. Layanan jemput pasien ini menjadi terobosan baru bagi Brawijaya Hospital yang bisa menjadi nilai tambah bagi BPJS Naker dalam melayani peserta BPJS Naker.

Selain itu, CSR Brawijaya Hospital juga berencana menggelontorkan dana untuk membantu UMKM yang macet dalam membayar iuran kepesertaan BPJS Naker karyawannya. “Kita tahu, akibat pendemi banyak UMKM yang mengalami kemerosotan pendapatan, bahkan tidak sedikit UMKM yang tidak mampu lagi membayar iuran BPJS Naker karyawannya, untuk itu Brawijaya Hospital dan BPJS Naker mencoba mencari solusi, salah satunya adalah dengan memberikan dana CSR tahunan kepada UMKM yang nantinya akan dipergunakan untuk membayar iuran BPJS Naker karyawannya,” ungkap dr. Akmal.

Menurutnya, dengan program bantuan CSR bisa merecovery UMKM untuk kembali berproduksi. Jika tahun tahun sebelumnya dana CSR diberikan untuk mendukung berbagai kegiatan sosial masyarakat, kali ini akan coba dialokasikan untuk membantu UMKM dengan dijembatani oleh BPJS Naker. ‚ÄúSemoga kerjasama yang saling menguntungkan ini bisa membantu pemulihan ekonomi nasional,” harap dr. Akmal.

Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Brawijaya Hospital Depok, yang juga sebagai Business Development Brawijaya Tangerang, drg. Hestiningsih MARS. “Ini adalah sebuah langkah positif baik bagi rumah sakit maupun BPJS Naker, kami berharap kerjasama ini bisa terus terjalin, dan saling mendukung untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat,” harapnya.

Teks: BAS, Foto: DOK

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com