admin September 7, 2021

Mengevaluasi Kembali Cara Pengadaan Telur Untuk Bisnis dan Rumah Tangga

Hijaubintaro.id – Sebagai salah satu bahan pokok, telur adalah kebutuhan rutin bagi rumah tangga dan kebutuhan usaha (rumah makan, café, katering, hotel dan lain-lain). Sebagai bahan baku yang diketahui tidak tahan lama, juga ketersediaan yang cenderung stabil (tidak mengenal musim) banyak rumah tangga dan pelaku bisnis yang memilih untuk membeli telur secara eceran. Akibatnya harga yang harus dibayar adalah harga eceran dan effort membeli telur dilakukan lebih sering. Padahal, telur yang baru dibeli belum tentu terjamin lebih segar. Bisa jadi masih berasal dari batch (umur hari) yang sama atau bahkan sudah lebih lama di stok, dibandingkan yang dibeli sebelumnya.

Agar mendapatkan telur yang lebih segar, ada strateginya, sehingga telur punya jangka waktu yang lebih lama untuk disimpan. Membeli secara grosir, otomatis mengurangi effort membeli telur setiap beberapa hari. Pembelian jadi lebih ekonomis.

* Membeli langsung dari peternak.

Kontrol umur telur lebih terjamin oleh peternak yang memasarkan telurnya sendiri, karena rantai distribusinya yang pendek. Masalahnya, tidak semua peternak sempat atau memiliki SDM yang cukup untuk memasarkan telurnya sendiri, sehingga kebanyakan telur melalui rantai yang lebih panjang (peternak – tengkulak – reseller – konsumen). Jika per masing-masing titik itu misalkan dua hari, maka telur yang kita beli bisa jadi sudah berumur lebih dari seminggu.

* Memahami umur ideal telur

Telur itu sebenarnya tidak pendek-pendek amat kemampuan bertahannya. Menurut penelitian, jika disimpan di suhu ruang dengan ventilasi yang baik, telur masih bagus kualitasnya untuk dikonsumsi hingga 21 hari, dihitung dari keluarnya telur dari induknya. Jadi bukan dihitung dari saat telur dibeli. Walaupun rekomendasi terbaiknya, telur sudah dikonsumsi tidak lebih dari 14 hari.

Penyimpanan di kulkas dapat memperpanjang kualitas telur, namun sebenarnya tidak diperlukan jika semua telur akan dikonsumsi dalam kurang dari dua minggu. Jadi bisa menghemat kapasitas kulkas juga. Dengan menyimpan di luar kapasitas kulkas yang terbatas, kita bisa membeli telur dalam jumlah yang lebih banyak untuk mendapatkan harga grosir. Ingat, saat membeli sedikit-sedikit, telur yang baru dibeli belum tentu umurnya lebih muda dibandingkan yang dibeli sebelumnya. Belum lagi dari segi waktu, harus keluar beli telur ke pasar/supermarket.

* Memahami tidak semua telur sama

Kualitas dan keawetan telur bergantung kepada bagaimana memperlakukan ayam di peternakan, bagaimana menjaga kebersihan di peternakan, kontrol terhadap penyakit dan kecepatan mengarantina ayam yang tidak sehat. Sebaiknya secara rutin ayam petelur divaksi, salah satunya untuk mencegah penyebaran bakteri Salmonella.

Kualitas telur juga amat ditentukan oleh kualitas pakan ayam. Pakan yang berkualitas dapat menjamin kesehatan ayam dan kandungan telur yang lebih baik. Kandungan protein dapat mempengaruhi viskositas (kekentalan) telur, semakin tinggi kandungan protein pakan maka tingkat kekentalan telur akan semakin tinggi. Begitu pula warna kuning telur. Pakan yang kurang bermutu menghasilkan warna kuning telur yang lebih pucat. Pakan adalah komponen biaya terbesar pada peternakan.

Di masa pendemi, dengan menurunnya permintaan daging ayam, beredar banyak telur HE (hatched egg) yang harganya lebih murah. Telur ini dilarang dijual oleh pemerintah karena usia konsumsinya amat pendek (cepat membusuk). Telur HE sendiri umumnya berasal dari perusahaan-perusahaan pembibitan (breeding) ayam broiler atau ayam pedaging.

Oleh karena itu, maka penting sekali untuk mendapatkan partner penyedia telur yang bereputasi, baik itu agen, supplier atau peternak langsung yang memiliki komitmen dan etika bisnis yang amanah. Dengan begitu, kita bisa lebih fokus ke bisnis kita sekaligus memberikan kualitas telur yang optimal untuk konsumen atau keluarga kita.

Teks & Foto oleh: Wira Munggana @telursegar

WP2Social Auto Publish Powered By : XYZScripts.com