Hijaubintaro.id – Komunitas Hijau Bumiku, Biru Langitku (HBBL) kembali berkegiatan di Resto Talaga Sampireun Bintaro pada Senin pagi (28/3/22). Temanya kali ini adalah ‘Eco Enzyme & Sejuta Manfaatnya”. Kegiatan ini turut dihadiri oleh para pengurus komunitas HBBL dan para penggiat Eco Enzyme di Bintaro Jaya. Kegiatan ini juga dapat diikuti secara online via zoom meeting.
Pada kegiatan kali ini diadakan presentasi tentang Eco Enzyme dan manfaatnya untuk air, dilanjutkan demo pembuatan eco enzyme di dalam drum besar yang telah disiapkan oleh Talaga Sampireun. Pada kesempatan yang sama juga diadakan demo pengolahan limbah masker menjadi pot, yang merupakan sebuah terobosan baru.
“Hari ini kita belajar membuat Eco Enzyme dan program membuat sebanyak 210 liter Eco Enzyme bersama Talaga Sampireun dan menuang 160 liter Eco Enzyme ke dalam danau yang sekarang airnya berwarna hijau agar selanjutnya dapat menjadi lebih bersih dan sehat, “ jelas Tini Rudi, Ketua HBBL.
Kami harap dengan Eco Enzyme ini bisa menjernihkan air danau. Kami mau mencoba di Bintaro. Kalau ini berhasil kami akan lakukan di 7 outlet kami lainnya. Kami juga membentuk tim yang membantu untuk membuat Eco Enzyme secara mandiri, “ ujar Carnelisia Valia selaku General Manager Restoran Talaga Sampireun.
Pada sesi selanjutnya, diadakan penuangan Eco Enzyme ke dalam danau di Resto Talaga Sampireun Bintaro.
“Program Eco Enzyme ini sangat baik sekali untuk lingkungan Bintaro Jaya.
Insyaalah program ini akan kami sampaikan kepada pimpinan dan kita akan bekerjasama lebih lanjut. Sebelumnya kami juga sudah bekerjasama mengenai Eco Enzyme ini di klaster Kasuari dan saat kegiatan penuangan Eco Enzyme di Situ Parigi beberapa waktu lalu, “ ujar Sofyan Jainudin, Humas Pengelola Kawasan Bintaro (PKB).
“Saya sangat bangga pada semua yang hadir di sini karena menunjukkan cinta kasihnya kepada ibu pertiwi yang seperti kita ketahui bersama bahwa bumi kita ini tidak sedang baik baik saja, tapi sedang sakit, jadi memerlukan langkah nyata dari kita semua untuk menyelamatkan bumi ini untuk anak cucu kita. Kalau kita tidak mau mengolah sampah kita baik sampah dapur maupun organic, maka akan membuat bumi semakin panas, karena sampah organic itu menghasilkan gas metan. Mari kita mulai lebih sadar lagi, tentunya mau berbagi kepada lingkungan kita bahwa kita harus bertanggung jawab pada sampah yang setiap harinya kita produksi. Denga kita bersama-sama begini, kita bisa saling menguatkan, saling mendukung karena memang tidak mudah merubah mindset dari yang biasanya kita buang sampah seenaknya, kini harus mengolah sampah di rumah sehingga kadang kita frustasi melihat gerakan ini lambat sekali, tapi dengan kebersamaan ini kita yakin akan menjadi lebih kuat dan menguatkan, “ ujar Tini Rudi dalam sambutannya.
Salah satu langkah yang paling nyata tentunya adalah menyelamatkan bumi dari rumah kita masing-masing dengan mengolah kulit buah dan sayur menjadi Eco Enzyme.
Tkes; BAS/Foto: AR
