Hijaubintaro.id – Bertepatan dengan hari jadinya yang pertama, Komunitas Eco Enzyme Camar Pinguin mengadakan kegiatan sosialisasi ‘Olah Sampah Organic Dalam 1 Detik Dengan Biowash Promic’ pada Sabtu pagi (19/3/22) mulai pukul 09.00 di kediaman Anna Liestiawati, Jl. Camar 18, Sektor 3 Bintaro Jaya. Acara ini dihadiri beberapa pengurus warga dan anggota komunitasnya. Guna mentaati protokol kesehatan, kehadiran dibatasi maksimal 20 orang.
Pada kesempatan kali ini, Anna Liestiawati selaku penggiat Eco Enzyme RW08 Camar Pinguin (CaPing) mensosialisasikan dan mempraktekkan cara mengolah sampah organik satu detik untuk menjadi media tanam menggunakan Biowash Promic.
“Dengan eco enzyme kita bisa mengelola sampah yang kita fermentasi selama 3 bulan, namun dengan berkembangnya waktu, ada fermentasi yang lebih cepat lagi, yaitu Promic. Hanya 3 hari! Fungsinya sama-sama bagus dengan eco enzyme. Tidak bisa dibeda-bedakan atau dibanding-bandingkan, tapi dipakai sesuai kebutuhan, “ jelas Anna. “Promic bisa membuat Biowash menjadi cairan bermanfaat dan bisa mengolah limbah sampah organic 1 detik untuk menjadi media tanah. Itu kelebihan Biowash. Untuk eco enzyme, saya tetap dan terus berbuat karena akan mengurangi sampah-sampah organic yang kita buang ke TPA, kita jadikan cairan yang bermanfaat, “ tambahnya.
Dengan produk Promic, Anna sudah membuat Biowash. Anna juga membuat minuman jus probiotic menggunakan daging buah, sedangkan kulitnya dijadikan Biowash. Produk ini sedang dalam proses sertifikasi BPOM. Sedangkan dengan eco enzyme Anna telah membuat sabun cuci tangan, juga hand sanitizer. Bahkan ada produk yang dikemasnya menjadi paket hampers. Ampas eco enzyme dijadikannya Potpourri (pengharum ruangan/untuk menjaga kelembapan ruangan).
Kegiatan pengolahan sampah menjadi eco enzyme di RW08 CaPing sudah berjalan 1 tahun, dimulai sejak 14 Maret 2021. Komunitas eco enzyme ini dibentuk dan kemudian diikuti beberapa warga. Anna selaku penggiat terus menerus mensosialisasikan agar sampah-sampah yg biasanya dibuang ke TPA kini tidak lagi dibuang ke sana, tapi dijadikan cairan yang bermanfaa, yaitu eco enzyme.
Karena pandemic, Anna gencar sosialisasi secara online via WAG warga. “Warga CaPing yang saat ini telah bergabung baru sekitar 10 persen, “ jelas Anna yang juga Ketua Senam Jantung Sehat CaPing.
“Dulu mottonya buanglah sampah pada tempatnya. Sekarang menjadi Sampahku, Tanggung Jawabku,” ujar Anna. Dengan Komunitas Eco Enzyme Anna mengajak segenap warga CaPing khususnya dan seluruh warga Bintaro Jaya untuk dapat tanpa henti membuat eco enzyme, menghijaukan dan menyehatkan bumi, udara, tanah dan air di lingkungan kita.
Teks/Foto/Video: BAS
