Hijaubintaro.id – Yayasan Al Ikhlas Bintaro Jaya & Lembaga Pengembangan Metode Al Ikhlas kembali menyelenggarakan Khataman Tingkat Dasar, Tingkat Menengah dan Tingkat Atas (30 Juz) Metode Al Ikhlas pada Sabtu (11/11/23) di Masjid Raya Bani Umar, Jl. Graha Bintaro Raya.
Kegiatan ini diikuti sebanyak 75 peserta santriwan dan santriwati berusia tingkat SD – SMA yang berasal dari beberapa TPA di Bintaro dskt yang menggunakan metode Al Ikhlas, yaitu: TPA Al Ikhlas Bintaro Jaya, TPA Masjid Raya Bani Umar, TPA Nurushomad, TPA Al MUstaqim, TPA Nur Ramadhan, dan TPA Mau’idhotul Hassanah. Tiap TPA mengirimkan perwakilan 5 santri.
Sebelum mengikuti khataman, para santri terlebih dahulu diuji pada hari Minggu (22/10/23) di Masjid Nur Ramadhan Pisok, Bintaro sektor 5. Dari 80 peserta, yang lulus 75 santri.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sesi foto bersama di depan Masjid Raya Bani Umar, dilanjutkan dengan pawai keliling Masjid Raya Bani Umar oleh para santriwan dan santriwati diiringi wali santri dan marawis.
Setelah pembacaan ayat suci Al’Quran disampaikan sambutan-sambutan dan penampilan para santri. Pada sesi berikutnya diadakan prosesi khataman dimulai dari Tingkat Dasar, Tingkat Menengah dan Tingkat Atas (30 Juz) dilanjutkan pemberian syahadah, slempang dan Al Qur’an. Pada kesempatan kegiatan ini juga turut diundang para orangtua santri untuk memberikan apresiasi dan dukungannya bagi para santri yang telah menempuh ujian khataman. Para santri mendapatkan hadiah berupa Al Qur’an, trophy dan syahada (ijazah).
“Tujuan khataman yang pertama adalah mengajarkan anak sedini mungkin untuk dapat membaca Al Qur’an dengan baik, yang kedua mengajarkan budi pekerti atau akhlak yang baik supaya dalam mempelajari Al Qur’an itu tidak sekedar membaca, tetapi hasil dari pesan-pesan dalam Al Quran itu bisa diamalkan dengan perbuatan yang baik sehari-hari, bagaimana beretika kepada orangtua, guru dan menyayangi teman.” Jelas Dra. Nurul Nashihah, Ketua Lembaga Pengembangan Metode Al Ikhlas.
“Sedini mungkin para guru diharapan juga dapat mengajarkan dan mencetak santri-santri dengan metode Al-Ikhlas ini sejak kecil. Setelah anak-anak selesai dari TPA Al Ikhlas diharapkan anak-anak tetap mengamalkan dan terus mengaji. Al Quran itu tidak sekedar selesai setelah dikhatamkan saja, tetapi harus terus dipelajari dan dijadikan pedoman hingga akhir hayat. Sedini mungkin para guru diharapan juga dapat mengajarkan dan mencetak santri-santri dengan metode Al-Ikhlas ini sejak kecil, “ tambah nurul.
Metode Al Ikhlas disusun sejak tahun 2008 oleh tim penyusun yang terdiri dari Dra Nurul Nashihah, Dra Hj Isna Hidayati, (alm) Muslihah, S.Ag, (alm) H. Aminudin, S.Pd.I dan M Jufri Halim M.Si. dan dilaunching pada 2010.
Teks/Foto/Video: BAS
