Siswa-Siswi Bernard Lievegoed College Belanda Mengikuti Aktivitas Pembelajaran di SMA Izada

Hijaubintaro.id – Tahun ini, SMA Izada bersama De Tara Foundation kembali menyelenggarakan Global Exploration Program, dimana sebanyak 35 siswa dari Bernard Lievegoed College, Maastricht, Netherland tinggal bersama dengan siswa dan siswi Izada dan mengikuti aktivitas pembelajaran selama 5 hari, mulai Senin (15/7/24) hingga Jumat (19/7/24) di SMA Izada, Jl. Jombang Raya No.25A, Pd. Aren, Kec. Pd. Aren, Kota Tangerang Selatan.

“Global Exploration Program adalah salah satu program yang mengusung Sustainable Development Goals atau SDG’s, yaitu pertumbuhan pembangunan berkelanjutan dimana diharapkan semua siswa SMA Izada memiliki rasa kepedulian sebagai warga dunia. Jadi kita ajarkan mereka untuk melihat globalisasi dan peduli terhadap 17 issue yang ada di SDG’s itu sendiri. Salah satunya adalah tentang kepedulian lingkungan, “ jelas Tanti Farianti, S. E, M. Pd, Kepala SMA Izada. SMA Izada berperan aktif dalam mendorong siswa-siswinya memahami dan meningkatkan kepedulian serta melakukan aksi terkait SDG’s di tingkat lokal, nasional dan internasional sebagai bagian dari masyarakat global.

Program SDG’s diikuti 30 negara, salah satunya Indonesia. Perwakilan Indonesia adalah De Tara Foundation. “Kenapa kita ambil pertukaran pelajar yang berissuekan tentang pertumbuhan berkelanjutan ini, karena issue ini sangat penting untuk diajarkan kepada anak-anak kita, “ ujar Tanti. Tidak hanya bekerjasama dengan Bernard Lievegoed College, tahun lalu SMA Izada juga bekerjasama dengan Stella Maris Collage.

SMA Izada kedatangan tamu dari Bernard Lievegoed College dengan rombongan berjumlah 41 orang, yang terdiri dari 35 siswa dan 6 guru. Selain menghadirkan pertukaran budaya, para siswa-siswi dari Belanda ini akan mengikuti sistem pembelajaran di SMA Izada. Mereka juga akan mengikuti workshop untuk mempelajari kesenian dan tarian tradisional dan belajar membuat makanan dan minuman tradisional. “Kolaborasi kebersamaan ini bisa menumbuhkan rasa bahwa kita harus menjadi seseorang yang bermanfaat karena kita tidak hanya tinggal di Pondok Aren, Provinsi Banten, Indonesia tetapi tinggal di dunia. Diharapkan anak-anak SMA Izada memiliki critical thinking, memiliki rasa empati yang tinggi, kebersamaan, kemandirian dsb sebagai salah satu 21st century skills yang harus dikuasai, “ ujar Tanti

Rangkaian acara dimulai pada hari Senin (15/7/24) dengan acara serah terima siswa kepada house family. Selama 5 hari siswa-siswi dari Belanda ini tinggal di rumah para siswa-siswi SMA Izada “Tahun ini kami ketempatan di 18 rumah orangtua siswa dan setiap rumah ditempatkan 2 siswa. Selama tinggal di house family mereka akan mempelajari budaya dan adat istiadat di Indonesia. Mereka khabarnya senang karena disambut penuh keramah tamahan,” jelas Tanti.

Pada hari Selasa (16/7/24) diadakan acara pembukaan secara formil dan perkenalan dengan sekolah Izada. Selain mengikuti aktivitas pembelajaran di kelas, Global Exploration program tahun ini meliputi kegiatan diskusi membahas sebuah film tentang isu lingkungan yang berjudul “Pulau Plastik”, dan juga melaksanakan forum kegiatan diskusi isu-isu SDG’s bersama organisasi Emil Salim Institute. Dalam kegiatan ini, SMA Izada berkolaborasi dengan Emil Salim Institute untuk membahas isu-isu SDG’s yang sedang hangat diperbincangkan di dunia.

Agenda lainnya yang tidak kalah penting adalah kegiatan melakukan penanaman pohon bersama dan melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan sekitar sekolah yang bertajuk “Trash Hero”.

Pada kegiatan penutupan acara nanti, siswa-siswi dari Bernard Lievegoed College ini akan berkolaborasi dengan siswa-siswi Izada untuk menampilkan tarian daerah di atas pentas.

“Dengan adanya kegiatan ini kami berharap dapat meningkatkan kerjasama, pengalaman dan pembelajaran antara sekolah di Belanda dan Indonesia, baik di bidang pendidikan, budaya dan lingkungan serta mendorong munculnya aksi bersama generasi muda untuk turut mengatasi persoalan lingkungan, sosial, dan budaya mulai dari tingkat lokal hingga global yang lebih baik, “ tutup Tanti.

SMA Izada memiliki goals untuk ‘Go International’. Pada bulan Januari 2024 lalu rombongan siswa SMA Izada yang berjumlah 10 siswa berangkat ke Belanda selama 10 hari, dilanjutkan 1 hari ke Jerman dan 3 hari ke Perancis. Di negara – negara Eropa tsb para siswa mengikuti pembelajaran di 3 sekolah.

Teks/Foto/Video: BAS

Verified by MonsterInsights