Hijaubintaro.id – MI dan MTS Soebono Mantofani, Tangerang Selatan mengadakan kegiatan edukasi parenting bagi para orang tua siswa. Kegiatan ini diadakan pada hari Sabtu (10/8/24) untuk mengawali tahun ajaran 2024-2025. Kegiatan edukasi parenting ini menghadirkan narasumber Rito Saputra yang merupakan seorang Praktisi Psikologis Klinik dari Bintaro Kids Care.
Kegiatan edukasi parenting MI dan MTS Soebono Mantofani ini diikuti sekitar 100 orang tua siswa dan bertujuan membangun sinergi positif antara sekolah dengan para orangtua dalam mendidik anak. Para orangtua siswa terlihat antusias dalam menyampaikan kepada narasumber.
“Parenting adalah pola asuh yang diterapkan orangtua terhadap anak. Pola parenting ini nantinya bisa berpengaruh terhadap banyak aspek dalam kehidupan anak hingga ia dewasa, mulai dari sisi akademik, kesehatan mental, pola hidup, hingga kehidupan sosialnya,” ujar Rito Saputra, menjelaskan pentingnya kegiatan edukasi parenting ini.
Rito juga menjelaskan bahwa edukasi parenting sebaiknya diberikan oleh seorang praktisi psikologis agar mencapai hasil maksimal.”Praktisi psikologi klinis itu punya ranah bagaimana mendidik anak dan menjembatani orang tua, bagaimana mendidik anak dengan baik, agar tidak terjadi misunderstanding, bagaimana memberikan learning dan edukasi terhadap anak untuk kedepannya saat masa remajanya nanti,” jelas Rito.
“Parenting cukup penting untuk perkembangan anak-anak, untuk juga membangun komunikasi sehat antara anak dan orangtua dan juga orangtua dengan sekolah. Jangan sampai nanti sekolah mengajarkan karakter karakter positif, disiplin tetapi di rumah tidak, sehingga tidak nyambung. Makanya kita perlu memberikan pendidikan parenting kepada orangtua agar kita satu frekuensi dalam mendidik anak, membangun karakter, agar mereka menjadi anak anak yang tangguh, bukan saja pintar akademiknya tetapi juga cerdas psikologisnya dan karakternya,” ujar Wahyudi, S. Pdi., Kepala Sekolah MI Soebono Mantofani.
Dita Paramita S.Mat., selaku Kepala MTS Soebono Mantofani juga berpendapat sama. Dita berharap edukasi parenting dapat memberikan pencerahan bagi orangtua dan juga sekolah. “Semoga dengan adanya kegiatan edukasi parenting ini para orangtua bisa tercerahkan bahwa kondisi anak-anak di sekolah terpengaruh oleh kondisi dari rumah, sehingga mereka akan mengubah pola didik dan pola asuh mereka, sehingga kamipun bisa memberikan pelajaran, ilmu tanpa adanya problem yang ternyata berasal dari rumah. Semoga nantinya para orangtua mindsetnya terbuka sehingga terjadi sinergi antara sekolah dan orangtua,” jelas Dita.
Teks: BAS/Foto: DOK
