Gereja St Matius Penginjil Bintaro Gelar Seminar Kesehatan, Bahas Edukasi Reproduksi dan Pola Asuh Sejak Dini

Hijaubintaro.id — Gereja St Matius Penginjil Bintaro melalui Sub Sie Keadilan Kesetaraan Gender (KKG) bekerja sama dengan Sie Kesehatan menggelar seminar kesehatan bagi umat, pada Sabtu (22/8/2026). Kegiatan ini berlangsung di Gedung Karya Pastoral St. Guido Maria Conforti, Jalan Utama 1, Pondok Karya, Pondok Aren, Tangerang Selatan dan diikuti sekitar 50 peserta yang merupakan ibu-ibu perwakilan wilayah di Gereja St Matius Penginjil Bintaro.

Seminar yang digelar secara rutin setiap tahun itu menghadirkan dua pembicara, yakni dr. Theresia Sandra Diah Ratih dan Ilmuwan Kesehatan Non Akademis Rito Saputra, C.E.C. Keduanya membawakan materi yang berkaitan dengan kesehatan reproduksi, perlindungan anak, serta pola asuh dan perkembangan emosional anak.

Ketua Sub Sie KKG Gereja St Matius Penginjil Bintaro, Etty Carolyna, mengatakan seminar kesehatan tahun ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan yang bermanfaat, khususnya bagi para ibu rumah tangga dan ibu muda.

“Setiap tahun kegiatan kami memang berbeda-beda. Tahun ini kami mengadakan seminar kesehatan dengan harapan semoga seminar ini bisa bermanfaat bagi ibu-ibu rumah tangga, dan juga ibu-ibu muda karena ini sangat penting untuk mempelajari kesehatan reproduksi kita sendiri dan untuk anak-anak kita agar dapat menjaga sejak dini,” ujar Etty.

Pada sesi pertama, dr. Theresia Sandra Diah Ratih membawakan materi bertajuk “Mengenalkan & Mendidik Kesehatan Reproduksi Secara Dini”. Materi yang disampaikan mencakup perubahan fisik pada masa pubertas, proses reproduksi, pendidikan seksualitas, hingga Protokol Perlindungan Anak dan Dewasa Rentan (PPADR).

PPADR merupakan protokol yang diinisiasi oleh Keuskupan Agung Jakarta sebagai bagian dari upaya pencegahan kekerasan seksual terhadap anak maupun kelompok dewasa yang rentan.

Sementara itu, sesi kedua menghadirkan Ilmuwan Kesehatan Non Akademis Rito Saputra, C.E.C, yang membawakan topik “Dari Rahim Hingga Tumbuh Kembang” dengan fokus pada Emotional Intelligence Parenting, yakni pola pengasuhan yang membantu anak mengenali, memahami, dan mengelola emosinya.

Menurut Rito pendidikan dan pembentukan kecerdasan emosional anak perlu dimulai sejak masa prenatal atau ketika anak masih berada di dalam kandungan. “Sejak kapan orangtua itu mulai mendidik anaknya? Jawabannya yaitu sejak anaknya masih di dalam rahim atau prenatal,” jelas Rito yang merupakan Ilmuwan Kesehatan Non-Akademis sekaligus Founder DCOA dan CEO Klinik Utama Bintaro Kids Care.

Teks/foto/video: BAS

Verified by MonsterInsights