Bukan Sekadar Bicara: Workshop Public Speaking di Bintaro Lengkapi Ragam Generasi

hijaubintaro.id — Di tengah hilir mudik riuhnya kawasan Bintaro, sebuah sudut hangat di Procope Coffee Bintaro menjadi saksi ruang tumbuh bagi mereka yang ingin menaklukkan rasa takut berartikulasi. Workshop Public Speaking bertajuk “Seni Berbicara dengan Percaya Diri” sukses digelar secara eksklusif pada Sabtu (26/9/26) dengan menghadirkan pembicara yang sudah tersertifikasi BNSP-RI, Leila Ratnasari, M.I.Kom, CT, CPS. Dirinya merupakan seorang praktisi komunikasi, konsultan branding dan marketing, certified trainer, dan public speaking yang berdedikasi membangun kepercayaan diri serta keterampilan komunikasi individu maupun korporasi melalui pendekatan personal, adaptif, dan berorientasi pada dampak positif.

Sengaja dirancang intim dan personal, pelatihan ini membatasi jumlah peserta hingga maksimal 15 orang saja. Pendekatan ini diambil agar setiap peserta mendapatkan ruang aman (safe space), perhatian penuh, serta evaluasi langsung yang mendalam dari sang narasumber.

Atmosfer hangat terasa sejak awal sesi. Ruang pelatihan diisi oleh potret keberagaman yang unik—menghubungkan lintas generasi mulai dari Generasi Z hingga Baby Boomers, serta mempertemukan praktisi dari berbagai latar belakang profesi. Perbedaan usia dan latar belakang tak lagi jadi sekat; semua hadir dengan satu tujuan: menemukan keberanian dan otentisitas dalam bersuara.

Kesungguhan para peserta terlihat jelas dari antusiasme yang hadir. Salah satunya adalah Ibu Ziyan, peserta yang rela menempuh perjalanan jauh dari Kota Bandung ke Bintaro demi menyerap ilmu di workshop eksklusif ini. Menurutnya, pengalaman mengikuti sesi ini memberikan paradigma baru yang menyentuh ranah personal.

“Kegiatan ini benar-benar membuka perspektif baru bagi saya tentang public speaking. Saya menyadari bahwa ini bukan sekadar tentang teknik berbicara di depan umum, melainkan bagaimana kita menyusun kata untuk mampu menyampaikan banyak kebaikan dan keberdampakan bagi orang lain,” tutur Ibu Ziyan penuh haru.

Melalui pendekatan interaktif berbasis praktik, Leila Ratnasari mendampingi peserta mengolah kecemasan (mental block dalam berbicara) menjadi rasa percaya diri, melatih intonasi, hingga mengemas pesan dari hati agar diterima pula dengan hati, karena setiap kata memiliki kekuatan, namun ketulusan yang membuatnya didengar.
Pelatihan ini membuktikan bahwa kemampuan berbicara di depan umum bukan sekadar bakat bawaan, melainkan seni yang bisa dipelajari dan diasah oleh siapa saja—tanpa memandang usia maupun latar belakang.

Teks:BAS/foto: DOK

Verified by MonsterInsights