RSPB Gelar Seminar Awam Tentang Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan

Hijaubintaro.id – Dalam rangka memperingati Congenital Heart Defect Awareness Week 2024 atau Pekan Kesadaran Penyakit Jantung Bawaan, RS Premier Bintaro (RSPB) mengadakan Seminar Edukasi Kesehatan bagi masyarakat awam pada Minggu, (18/2/24) di ruang Krakatau Lantai 5, Gedung Annex 1, RS Premier Bintaro. Tema yang diangkat pada kesempatan kali ini adalah “Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan (PJB) sejak Janin, Bayi, dan Anak-Anak”

Seminar menghadirkan tiga dokter spesialis sebagai narasumber, yakni Dr. dr. Didi Danukusumo, SpOG., Subsp.K.Fm.,MPH yang merupakan Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekplogi Subspesialis Kedokteran Fetomaternal RS. Premier Bintaro, Prof DR. dr. Najib Advani, Sp.A (K) MMed. (Paed) yang merupakan dokter spesialis jantung anak, dan juga dr. Febtusia Puspitasari, Sp.JP, FIHA, FAsCC yang merupakan spesialis jantung.

Seminar mengupas tuntas tentang penyakit jantung anak secara komprehensif dari multi perspektif dengan tujuan dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat umum terhadap penyakit ini. Penanganan Penyakit Jantung Bawaan dapat dilakukan dengan terapi non-operatif hingga terapi operatif, bergantung pada tingkat keparahannya.

Penyakit Jantung Bawaan (PJB) atau Congenital Heart Diseases merupakan kelainan pada struktur dan fungsi jantung yang sudah ada sejak lahir. Kondisi ini dapat mengancam jiwa karena mengganggu aliran darah, dari dan menuju jantung. “Setengah dari PJB adalah kelainan minor dan dapat dikoreksi dengan pembedahan sederhana, tetapi merupakan lebih dari setengah penyebab kematian anak karena kelainan bawaan, “ ujar Dr. dr. Didi Danukusumo, SpOG., Subsp.K.Fm.,MPH. Pada seminar ini Dr. dr Didi juga menjelaskan mengenai faktor resiko, faktor resiko janin, penyebab, pencegahan dan bagaimana melakukan skrining atau diagnosis PJB dalam Kandungan.

Prof. Dr. dr. Najib Advani, Sp.A (K) MMed. (Paed.) menjabarkan mengenai gejala kelainan jantung bawaan. ”Ada beberapa kasus gejalanya muncul langsung setelah bayi baru lahir, misalnya bibir, kulit, jari tangan, dan kaki kebiruan, sesak napas atau kesulitan bernapas, kesulitan makan, berat lahir rendah, nyeri dada, serta pertumbuhan yang lambat. Selain itu ada juga gejala yang muncul beberapa tahun setelah lahir, seperti irama jantung yang tidak normal, pusing, kesulitan bernapas, pingsan maupun kelelahan.” jelasnya.

“Tujuan seminar awam ini untuk sosialisasi dan mengedukasi masyarakat karena masih banyak yang belum mengetahui adanya penyakit jantung pada anak-anak. Jadi penyakit jantung memang tidak menyerang orang dewasa saja. Penyakit jantung pada anak-anak harus ditangani sedini mungkin agar tidak terlambat dan berakibat fatal, sehingga kita dapat memperbaiki kualitas generasi muda kita, “ ujar dr. Najib.

Oleh karena itu, penting sekali diketahui kelainan jantung anak sejak dalam kandungan. Selain itu juga penting sekali untuk melakukan pemeriksaan kehamilan yang teratur, secara berkala ditambah dengan skrining kelainan bawaan, sehingga dapat mendeteksi kelainan bawaan janin termasuk PJB. Penting sekali dilakukan penanganan secara bersama, terpadu di Rumah Sakit, melakukan upaya koreksi yang optimal sehingga didapat hasil penyembuhan yang sebaik-baiknya.

Teks/Foto: BAS

Verified by MonsterInsights