Rito Saputra Tampil Sebagai Guru Tamu di SMK Letris Pamulang

Hijaubintaro.id – Rito Saputra tampil sebagai guru tamu di SMK Letris Indonesia 2 Pamulang, Tangerang Selatan pada Jumat siang (28/8/26).

Kegiatan ini secara khusus ditujukan bagi siswa-siswi Program Layanan Penunjang Kesehatan dan Care Giving untuk Tahun Pelajaran 2026/2027 dengan mengusung tema “Membangun Kompetensi dan Karakter Peserta Didik yang Unggul dan Kompeten”.

Berlangsung di ruang rapat sekolah, acara ini diikuti oleh 20 siswa-siswi terpilih dengan pendampingan langsung dari Kepala Sekolah serta jajaran dewan guru.

Rito Saputra dari Bintaro Kids Care memberikan pembekalan eksklusif. Kehadiran praktisi lapangan ini menjadi langkah krusial, mengingat ke-20 peserta didik tersebut dijadwalkan bakal menjalani kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama 15 hari di Bintaro Kids Care pada bulan Desember 2026 mendatang.

“Pada kegiatan PKL ini nantinya saya akan mengenalkan dan mengembangkan metode Drawing Communication Observation and Analysis atau DCOA dan juga mempersiapkan tenaga kesehatan dalam penanganan penderitaan Neuro Developmental Disorder.

Rito Saputra adalah seorang ilmuwan non-akademik, praktisi psikologi klinis, dan inovator asal Yogyakarta yang berfokus pada penanganan gangguan perkembangan saraf (Neurodevelopmental Disorders / NDD) seperti Autisme, ADHD, dan PDD-NOS. Ia dikenal luas sebagai penemu dan pengembang Metode Drawing Communication Observation and Analysis (DCOA), sebuah pendekatan terapi holistik berbasis gerakan menggaris terstruktur untuk merangsang sel saraf anak berkebutuhan khusus.

Rito Saputra adalah Komisaris Utama PT Hijau Kencana Medika. Rito juga sebagai koordinator tim medis yang bertugas langsung di Klinik Utama & Pusat Terapi Anak Bintaro Kids Care, yang berlokasi di Jl. Jombang Raya, Tangerang Selatan. Dirinya juga sering menjadi pembicara dalam seminar dan workshop tatalaksana diagnosis autis bagi orang tua dan tenaga medis.

Metode DCOA ia teliti selama lebih dari 15 tahun ini mengintegrasikan psikologi murni dengan disiplin kedokteran, dan telah resmi mendapatkan HAKI pada tahun 2016. Penanganan ini berfokus pada tiga tahapan analisis utama: Anatomy Pathology: Peninjauan struktur saraf melalui hasil pemindaian medis (seperti MRI/MRA).Fisiologi: Memastikan optimalisasi fungsi dan kinerja neuron otak. Kapasitas Psikologi: Mengobservasi kesesuaian pola perilaku anak untuk menentukan intervensi motorik dan emosional yang tepat. Di kliniknya, ia juga memadukan DCOA dengan berbagai terapi pendukung seperti Hydro Therapy, Music Therapy, hingga Animal Assisted Therapy (terapi menggunakan bantuan hewan).

Teks/Foto/Video: BAS

Verified by MonsterInsights